Showing posts with label kaRya pErdana. Show all posts
Showing posts with label kaRya pErdana. Show all posts
Friday, March 18, 2011

PERUBAHAN...


Apa yang akan kamu lakukan untuk memebuat hidup mu berubah mencapai 180 drajat ???

        Hidup berubah 180 derajat? Mungkin ngga yah...???
        Segala yang ada di dunia ini mungkin, kecuali untuk memjadi tuhan. Hehe... Lalu apa yang bakal kita lakukan untuk merubah hidup kita menjadi berubah 180 derajat lebih baik daripada sebelumnya?
        Pertama mungkin kita harus bisa mengintropeksi diri kita, menyadari segala kekurangan dan kesalahan kita. Karena dengan menyadari hal-hal seperti itu, bisa membuat kita tahu apa yang seharusnya kita rubah. Kalau ngga tahu, apa yang bakal kita rubah. Iyah khan?
Da juga yang bilang, untuk bikin kehidupan kita berubah 180 drajat itu nikah sama orang yang bener kita cintai. Bener ngga tuh statement kaya gitu?
Mungkin kalau orang yang kita cintai juga mencintai kita itu bisa jadi bener, tapi kalau ngga gimana. Misal nih, orang yang kita cinta tuh Cuma pura-pura mencintai kita, gara-garanyaemang kita dijodohin, atau emang dia tuh kasihan lihat kita yang begitu tegila-gila sama dianya. Kalau masih gitu mah ngga apa-apa,cowonya masih bisa dianggap baik, tapi pas giliran si cowo itu Cuma manfaatin kita gimana. Dia malah mainin hati kita yng bener-bener sayang and cinta sama dia. Huft!!! Malang banget nasib kita.
Maka dari itu, kita tu emang ngga dibolehin sama Alloh buat mencintai apa aajah yang ada di dunia ini, melebihi cinta kitasama Alloh. Karena Alloh itu udah maha segalanya, dia ngga bakal pernah nyakitin kita sebagai hambanya. Saat kita mencintai beliau, dia akan lebih mencintai kita, tapi saat kita lupa dan tidak peduli dengan keadaanya, dia tetp sayang and nyurahin kasih sayangnya sama kita. Tapi kita malahan nyuekin keadanya. Jahat banget ngga sih kita. Padahal nih, pada kenyataanya kitayang butuh dengan Dia, tapi kenapa kta yang malahan jahat sama Alloh. Ini sifat asli manusia, mereka semua egois, hanya mau diperhatikan ajah, tapi ngga mau merhatiin.
Maka dari itu, untuk membuat hidup kita berubah seratus delapan puluh derajat, kita harus mencintai Alloh tuhan kita dengan sepenuh hati dan juga ikhlas. Emang sih kita pasti dah punya seseorang yang udah bener-bener kita cintai, tapi dalam mencintai dia , kita juga ngga bolaeh lupa akan cinta kita sama Alloh. Kita kudu bisa menata and membagi hati kita, kapan kita kudu  cinta sama Alloh, kapan kita bisa cinta sama dia. Tapi saat kita lagi berduaan sama dia juga ngga boleh lupa sama Alloh. Karena dengan kita ingat sama Alloh, itu bakal ngejaga kita dari hal-hal yang emang ngga baik, yang emang larangan di masyarakat umum dan juga agama. Kita bakal ngrasa da yang merhatiin, jafdi kita ngga bakalan sembarangan dalam berbuat apapun.
Nah, dari hal itulah, kita insya alloh bisa jadi hamba alloh yang baik, yang dengan itu, bisa ngerubah kehidupan kita 180 derajat lebih baik daripada sebelumnya. Kita bisa ikhlas dalam menerima segala hal yang tuhan berikan sama kita, biarpun itu kadankala ngga sesuai dengan apa yang kita penginin. Tapi saat kita ihlas dan tetap bersyukur, insya alloh apa yang udah dikasihin itu bakal berubah menjadi sesuatu yang emang kita harepin, malahan itu teh lebih dari apa yang kita mau. Tapi semua itu hanya akan terasa di akhir, saat kita sudah melewati proses sabar dan bersyyukur itu. Tapi kebanykan orang tidak bisa melewati proses itu, mereka kalah di pertengahan babak, yang hingga akhirnya semua yang dia miliki akan menjadi penderitan buat kehidupanya, karena dia belum bisa menrimanya. Naudzubillahimindzalik...
Jadi, dalam hidup ini, kita harus senantiasa ikhlas hanya mengharap ridho Alloh dan tetap bersyukur atas apa yang telah kita miliki, yang udah Alloh berikan buat kita. Kaya lagu D’massive “syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah, tetap  jalani hidup ini, mlakukan yang terbaik. Jangan menyerah. Jangan menyerah, jangan menyerah”
Jadi tetap semangat dan terus jaga cinta kita dengan sebaik-baiknya. Xey!!!
Wassalamm...:))
By. fU’aCh

WAKTU=TIME.....???

Waktu? Emang apaan sih waktu itu?
Pastinya kita pada ngga aneh khan dengan kata waktu ini. Satiap hari kita hidup  ini bersama dengan waktu, tanpa waktu ngga bakalan ada kehidupan di dunia ini. Karena dalam hidup kita ditentukan oleh waktu. Sampai kiamat pun ada waktunya. Lalu gimana nih cara kita membuat waktu itu biar ngga jadi sesuatu yang sia-sia?
Di sini aku fu’ah bakalan nuliis tentang waktu yang ada kaitanya sama sholat duha. Tahu khan?
Kita pasti tahu and hafal surat A-Duha khan?
Nah, surat ad-duha ini diturunkan sama Alloh  waktu itu berkaitanenj dengan kejadian yang saat itu Alloh lagi menjeda dulu menurunkan wahyunya. Nah, saat itu kesempatan ini dijdikan ajang sama orang-orang kafir buat mengolok-olok nabi kita Muhammad SAW, beliau diolok-olok bahwa wahyu Alloh sudah ngga turun lagi sama beliau, akhirnya beliaupun sedih. Akhirnya, karena Alloh itu maha penyayang dan tidak mau melihat kekasihnya bersedih, dia menurunkan wahyunya yang berbunyi dalam QS. Ad-Duha ayat 1-3, yang artinya:
“Demi waktu saat matahari naik sepenggalan. Dan demi malam apabila telah
. Tuhanmu itu tidak meninggalkan kamu dan tidak pula benci kepadamu.”
Dari ayat itu dijelaskan bahwa Alloh itu selalu menyertai kita, kapanpun dan di manapun. Dari ayat yang pertama kittahu bahwa itu adalah waktu duha dimana kita sedang sibuk-sibuknya dengan aktivitas kita. Alloh mengingatkan kita untuk beristirahat sejenak, untuk mengingatnya. Selain itu juga, dalam sholat duha itu Alloh memberika balasan kepada kita bahwa dua rookaat sholat duha itu sama halnya dengan kita bersodaqoh pada sendi-sendi dalam tubuh kita sebanyak 1000 kali lipat. Sedang sandi dalam tubuh kita itu berjumlah 360, jadi jika dikalikan 1000 menjadi 360.00 per hari. Nah itu hanya dua rakaat, yang tidak memerlukan waktu yang lama, apalagi jika lebih. Pasti lebih banyak lagi,coba dihitung yah.
Jadi, selain kita dianjurkan bersodakoh sama fakir miskin, kita juga dianjurin buat sodaqoh sama sendi-sendi yang ada dalam tubuh kita, yang selalu membantu kita dalam bekerja, beraktivitas, dan beribadah sehari-hari.
Di ayat kedua kita juga diingetin buat mengingat Alloh di malam yang sudah sunyi dan hening, karena pada saat-saat itulah malaikat alloh turun ke bumi untuk memberikan rahmat Alloh pada mereka yang terjaga saat itu. Karena pada saat seperti itulah kita bisa khusyu dan sungguh sungguh dalam berkomunikasi dngan Alloh. Hingga kahirnya kita bisa merasakan ketenangan yang luar biasa.
Dari ayat yang ketiga, kita diberitahu oleh alloh bahwa dirinya tidak pernah meninggalakan kita, Dia selalu ada mneyertai kita, kapanpun dan di manapun. Saat kita mendekat kepada alloh sejengkal saja, alloh mendekat pada kita satu depa atau sepanjang tangan kita. Saat kita mendekat pada Alloh dengan berjalan, Alloh mendekat kepada kita dengan berlari. Begitulah cinta Alloh kepada hambanya, dua kali lipat cinta kita pada Alloh. Begitu maha penyayangnya Alloh.
Maka, dari semua penjelasan itu, kita diperingatkan untuk selalu menjadikan waktu kita menjadi sesuatu yang berharga, agar tidak menjadi sia-sia. Juga, kita diingatkan untuk senantiasa ditemui olah Alloh. Kata ditemui ini berarti bahwa mita harus bisa menjadi hamba Alloh yang layak untuk disapa dan ditemui oleh Alloh tuhan kita. Karena jika kita yang mencari dan menemuinya itu begitu sulit, karen Dia begitu maha besar dan maha segalanya, sehingga kita mungkin tidak mempu untuk menemuinya. Mka dari itu kita harus menjadi hambanya yang layak dan pantas walaupun hanya sekedar disapa olhhNya. Amiin...
“Jadiknlah waktumu sebagai sesuatu yang dapat kau manfaatkan. Dan
janganlah kamu dinmanfaatkan oleh waktumu.”
Wassalaam...:))
By. fU’aCh
Tuesday, March 15, 2011

KEIKHLASAN...


Tuesday, 15 march “11

Ikhlaskah kita jika dalam ibadah kita mengharapkan surga???

Ikhlas itu apa sih sebenernya? Kalau menurut arti yang dah populer sih khlas itu hanya mengharap ridho alloh. Karena kalau menurut bahasa, ikhlas itu berasal dari kata khalasha-yakhlusu yang artinya murni atau bersh. Jadi dalam melakukan apapun termasuk ibadah pastinya kita kudu ikhlas, murni, bersih hanya mengharap ridho Alloh, ngga ngeharap yang lainya. Karena dalam salah satu hadis kudsi yang diriwayakan sama imam muslim juga disebutkan bahwa Alloh itu ngga suka dsekutukan sama apapun dan siapaun, karena alloh itu adalah dzat yang maha segalanya, dan juga esa. Alloh bakal ninggalin hambanya yang menyekutukanya dan juga apa yang disekutukanya itu. Jadi kita kudu hati-hati dalam niat dan tujuan pas mau nglakuin apapun.  Lalu gimana kalau dalam beribadah kita mengharapkan surga? Ikhlas ngga kita?
Sebenarnya, dalam beribadah itu ada tingkatan-tingkatanya sendiri. Tingkatan yang pertama itu terpaksa, terus berlanjut dengan mengharapkan imbalan atas ibada kita, dan tingkat yang paling tinggi itu tingkat ikhlas hanya mengharap ridho Alloh.
Nah, pas tingkat pertama ini, ditujukan bagi anak kecil yang udah masuk ke tahun yang harus udah diajarin wa ibadah. Jadi dia dipaksa unttuk belajar sholat. Kemudian sampai dia umur sepuluh tahun dia harus sudah lebih dipaksa untuk beribadah. Agar anak-anak itu luluh dan nurut, akhirnya orang tua menjanjikan sesuatu untuk jadi imbalanya. Imbalan itu bisa berupa apapun, termasuk cerita-cerita tentang surga sekalipun. Lalu gimana dengan kita yang k daludah melewati masa baligh, apakah kita masih pantas ibadah itu dilakukan hanya untuk mengharap surga?
Jadi, tidak ada salahnya kalau dalam beribadah kita mengharapkan surga. Namun karena ita sudah tahu, kita juga harus meluruskan lagi niat kita. Bahwa kita mengharapkan surga karena kita tahu bahwa surga itu adalah salah satu mahluk ciptaan alloh yang telah Alloh janjikan buat kita esok di Akhirat jika kita termasuk orang yang beriman. Jadi jika sudah demikian, jadikanlah surga itu sebagai motivasi kita dalam beribadah agar kita bisa mearaih rahmat alloh, dan Alloh dengan kasih sayangnya itu menempatkan atau memberikan surga itu bagi kita, bersam dengan orang-orang beriman yang lain. Amiin....
“Robbana atina fiddunya hasaanah, wafil akhirati hasanah waqina ‘adzaban naar...”
Wassalaamm...:))
By. fU’aCh

Minggu, 06 Maret 2011

MALU BERTANYA SESAT NANTINYA….

Ini diambil dari kisahku sendiri saat hari pertama mengikuti sekolah menulis di salah satu penerbitan buku, PUSTAKA RAMAT di desa Cipadung no. 1 Rt. 03/08. Hari itu aku berdua bersama teman satu kelasku di kampus. Kami pergi untuk mengkuti sekolah menulis tersebut. Berbekal sedikit pengalaman di bandung ini, kami berdua berangkat menuju lokasi.
Sampai akhirnya di tengah perjalanan, saat kamisudah mulai lelah dengan perjalanan kami yang sudah agak menjauhi lokasi, akhirnya kami pun merasa heran, kenapa tidak sampai-sampai. Sudah jalan sejauh ini kami belum juga menemukan lokasi yang kami tuju.
Akhirnya kami pun mencoba tuk bertanya pada penduduk sekitar tentang lokasi tempat yang kami tuju. Ternyata, kami berdua telah tersesat di desa Manisi. Ternyata kami salah mengambil jalan. Desa cipadung yang kami tuju ternyata terletak bersebrangan dengan jalan yang kami tempuh.
Akhirnya, dengan sisa-sisa tenaga yang masih kami miliki, kami lanjutkan perjalanan berputar sesuai dengan petunjuk warga sekitar. Setelah menempuh perjalanan turun yang cukup jauh lagi, di pertengahan jalan kami bingung lagi, kenapa MAN 2 Bandung, tempat yang kami tuju, karena di depanya ada pesantren Universal tempat sekolah menulis itu, belum juga terlewati. Akhirnya, karena ada salah satu persyaratan yang belum terpenuhi, yaitu fotokopi KTM, kami pun berinisiatif untuk mampir ke tempat fotokopian dulu sambil ingin bertanya nantinya tentang lokasi itu.
Seamapainya di tempat fotokopi, karena berhubung waktu sekolah itu sudah dimulai, saya pun berinisiatif untuk menelpon petugasnya untuk memberitahukan bahwa saya dan teman saya mungkin akan terlambat hadir. Setelah menelpon petugas itu, yang namanya Ka Reza, kami pun mencoba bertanya pada petugas fotokopian tadi. Ternyata apa?
Jawabanya, bahwa lokasi MAN 2 Bandung yang kami cari-cari dari tadi sudah ada di depan mata kami. Dan Lokasi Pesantren Universal yang kami tuju ada disamping tempat kami menfotokopi. Ahaahaa….kami pun tak bisa tuk menahan tawa kami. Ahahaaa….
Setelah kajadian itu kami pun sadar bahwasanya kami tidak boleh sombong dengan kemampuan yang kami miliki. Bahwa tuk bertanya dulu pada orang yang lebih berpengalaman itu penting. Juga untuk jangan malu tuk bertanya di jalan, karena malu bertanya itu akan membuat kita sesat. Sekian cerita saya hari ini, semoga apa yang saya dapatkan hari ini dari sekolah menulis itu bisa manjadi langkah awal menuju kesuksesan saya, tuk meraih cita-cita yang sangat saya inginkan. Amiin… tetap semangata tuk bisa lebih baik lagi.
Wassalam ….:))
By. fu’aCh
 
cHa's create. Template Design By: SkinCorner