Saturday, April 7, 2012

Aku Terpesona....


Menatap indahnya fajar subuh
Aku terpesona
Pancaran kebahagiaan
Akan muncul dari ufuk timur
Menemani keringnya ruang kolbu
Yang haus akan kasih sayangNya

Kicauan burung pagi
Merebak merdu menyikap rimbun
Terdengar mesra bersama embun
Menetes sejuk menemani hati
Dalam alunan wirid ilahi

Cerah sang mentari
Menyinari alam nan indah pagi
Membagi cercah rido ilahi
Pada hambanya yang menanti
Akan kebahagiaan abadi

Masjiid mubarrok, 22 maret 2012
Chaura al Haviny


Thursday, April 5, 2012

Demi Cinta Ku Menulis....



Oleh: Chaura Al Haviny

Ia kini di sana, di tempat yang entah aku bisa menempuhnya berapa hari. Jauh namun tetap dekat. Demi cinta ku menulis, untuknya.
Cinta yang terpendam dalam hati, selalu bersemi walaupun kering tak tersiram jawaban pasti. Bagai kaktus yang bertahan di tengah gurun. Tubuh luarnya penuh duri, namun dalamnya penuh dengan kesegaran air yang ia simpan. Itulah cintaku padanya. Cinta yang tak pernah terungkap namun selalu subur bersemi dalam waktu.
Demi cinta kumenulis. Semoga esok hari, saat tuhan berkehendak dan mengijinkanku  untuk menyampaikan semua rasa ini, kau akan tahu, betapa aku sangat mengharapkan dirimu bisa tuk memenuhi ruang kosong dalam hatiku. Demi cinta itu pula aku menuliskan kisah hati ini untuk kau baca suatu hari nanti.

 
to be Continued.....

Mampukah dirimu mengerti atas semua yang kurasakan saat ini.
Perasaan yang selalu menhantui setiap mimpi dalam tidurku.
Meninggalkan rindu yang selamanya tak mampu ku ungkap.

_ untukmu yang pernah kuabaikan, Love you
Bandung, 01 apriel 2012
Wednesday, December 28, 2011

NSP LOGIKA (Comunity of sience)

Tuesday, December 27, 2011

Aku Anak Pesantren

setahun sudah aku tinggal di sebuah pesantren di sekitar wilayah Bandung Timur. bagai seekor kupu-kupu yang baru keluar dari sebuah kepompong, itulah aku. Dunia pesantren adalah suatu hal yang baru bagi seorang gadis seperti ku, "tak ada basic pesantren". aku harus mampu beradaptasi dengan dunia yang belum pernah ku geluti sebelumnya.
Arab gundul adalah makanan pokok ku. sebelum setetes air masuk kedalam kerongkongan ku, sebelum sesuap nasi bersarang dalam perut ku, setiap pagi "Arab Gundul" adalah makanan pembuka yang selalu siap menyambut ku, masuk ke dalam pikiran yang masih bersih dari setiap noda dan dosa yang takan pernah terelakan menanti dai pagi, siang, sore, malam, yang selelu rutin setiap hari ku lakukan.

by,

wina aniw "The True Historian"
 
cHa's create. Template Design By: SkinCorner