Cintaku Bersemi Dalam

Diam Dalam diam ku menunggu
Menunggu satu kenyataa yang entah
Semuanya terbalut dalam satu mimpi
Dengan sejuta harapan
Yang terukir dalam detik

Cintaku bersemi dalam diam
Diam yang tak pernah berujung
Walau hanya nol koma satu
Dalam persen

Kutemui setiap ihwalmu
Dalam alunan sendu hidupku
Kau yang tak pernah tahu
Betapa sangat ku berharap
Dalam satu mimpi
Bahwa cintaku bersemi
Walau hanya dengan diam.

Untukmu yang selalu memenuhi alam bawah sadarku dengan segala yang kau miliki.

By. Chaura aL haviny 17 ramadhan 1423 H 
Tuesday, July 5, 2011

the Death!

Kematian.
Satu kata yang sungguh sangat mengerikan, dan aku sungguh takut kepadaNya.
Tak ada seorangpun yang mampu tuk menghidari kematian. Ia datang dengan tiba-tiba dan juga memaksa. Tak bisa tuk ditawar lagi. Sungguh sangat mengerikan.
Kate, seorang gadis penderita leukemia dari sejak lahirnya, harus menerima takdirnya di usia dini. Meninggalkan mamah yang sangat menyayanginya, yang selalu berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Ayah yang selalu menjaga dan melinndunginya juga keluarganya. Jesse, yang selalu melukisnya menjadi seorang gadis yang cantik. Juga anna, sang adik tercinta yang selalu siap sedia tuk mendonorkan organ tubuhnya hanya untuk tetap memertahankanya hidupnya. Sungguh, semuanya adalah satu hal yang sanagt istimewa yang tuhan berikan padanya.
Dengan bantuan donor dari anna, akhirnya ia berhasil mempertahankan hidupnya hingga melebihi usia lima belas tahun. Sungguh satu keajaiban yang sanagt luar biasa di banding para penderita leukemia lainya. Dengan segala donor dari annalah, anna pernah menganggap dirinya sebagai her sister keeper bagi kakaknya, Kate.
Namun semua itu salah. Kehendak tuhan siapa bisa menawar. Setelah bertahun-tahun melewati kesakitanya, akhirnya kate pun sadar akan sakit yang di deritanya, hingga ia memerintahkan pada adiknya, Anna, untuk jangan mendonorkan organ tubuhnya lagi padanya. Dan ini membuat Anna harus bertarung melawan ibunya di pengadilan yang terus menuntut Anna untuk mendonorkan organya untuk kate, yang sekarang adalah ginjal, karena sudah sebulan ini kate juga mengidap gagal ginjal akut. Namun, berkat scenario tuhan juga, akhirnya semua kebenaran pun terungkap di pengadilan, lewat ucapan jesse yang sudah tidak tahan akan keadaan yang ada, bahwa Kate sudah tidak mau menerima organ anna lagi.
Dan akhirnya, sesuai waktu yang di tentukan. Malam itu, setelah pengadilan resmi memerdekakan organ ana. Saat semua orang tengah kembali ke tempatnya masing-masing, ia, kate ingin untuk berdua berbicara dengan mamah yang sangat mencintai hidupnya. Dan dalam dekapanya, saat mamahnya terlelap dalam tangis, ia hembuskan nafas terkahir itu, meninggalkan mamah, papah, jesse, dan anna. Malam itulah ia pergi selamanya, menyusul kekasihnya taylor di surge sana.
Ssetelah kematianya, semuanya berubah. Keluarganya kembali pada kehidupan yang dulu. Mamahnya kembli menjadi seorang pengacara yang dulu sempat ditinggalkannya akrena mengurusinya yang sedang sakit. Ayahnya memilih menjadi seoran pelatih oleharaga yang selalu memicu semangat para generasi muda. Jesse lebih baik lagi dalam belajar, dan annapun tengah beranjak dewasa. Setiap tahun, di hari ulang tahun kate, anna dan keluarganya berlibur ke satu tempat yang sama dan tetap setiap tahunya. Montana, sebuah pantsi putih yang indah. Di sanalah terkahir kali kate berlibur bersama keluarganya.
Saat hari itu pula, anna menyadari, bahwa pernyataanya tentang penjaga kakaknya ternyata tidak benar. Kematian telah merenggut segalanya, ia tak bisa tuk melawan semua itu.
Satu kisah keluarga yang sangat bermakna, penuh kasih sayang yang tulus.

Kamis malam, 30 june 2011, di kamarku, kampong cireong.
By. “Chaura_havina”
Sunday, June 19, 2011

that voice...

Suara itu
Bagai bom yang berdentum di tengah padang
Menggetarkan isi bumi
Meluluh lantahkan segalanya  

Ku mohon sahabat,
Jangan lakukan itu untuk saat ini
Aku tak kuat tuk mendengarnya
Karen itu begitu membuatku sakit.

Please,
Ku mohon, 
Jangan lakukan, 
Aku tak kuat, 
Suaramu begitu mambuatku,
Tak kuat tuk mendengarnya
Hufftt!!!

Ditulis, pagi hari di bulan juni yang dingin. Saat sedang mencari inspirasi, terbuyarkan oleh suara teman yang melantunkan sebuah syair di atas sana. Namun saying, suaranya bukan malah membuatku menemukan inspirasi, malahn membuat telingaku sakit. Maafkan aku kawan, aku katakana semua ini agar kamu tahu, bahwa yang lain pun merasa terganggu dengan apa yang kau lakukan. Peace…

chacha
Saturday, June 18, 2011

agama menurut freud

Agama Menurut Sigmund Freud Freud menerapkan psikoanalisis dalam sastra, mitologi, pendidikan, dan agama. Dalam buku karyanya, the future of an illusion (1927), Freud menyatakan bahwa agama adalah “pemenuhan harapan”: harapan manusia yang tak berdaya untuk mendapatkan perlindungan didalam dunia asing. Untuk memperoleh keadilan di dalam masyarakat yang tidak adil, untuk hidup kekal dan mengetahui asal dan makna dunia. Ia percaya bahwa agama adalah “neurosis obsesional universal,” yang dasarnya, yang terletak pada “tabu” (“taboo” kata dasar Polinesia yang berarti hal yang dilarang). Pada dasarnya, upacara agama merupakan merupakan semacam tindakan neuritik, obsesif. Ada keinginan Oedipus untuk membunuh dan memangsa ayah. Oedipus adalah tokoh dalam mitologi Yunani, yang tanpa diketahuinya telah membunuh ayahnya dan menikahi ibunya. Freud yakin bahwa anak laki-laki pertama lekat pada ibunya dan melihat ayahnya sebagai saingan dalam memperoleh kasih ibu. Kemudian ia melukiskan “electra complex” untuk anak perempuan, tetapi ini tidak dikembangkan. Rasa takut dan cmemburu anak laki-laki terhadap ayahnya bercampur dengan rasa salah. Sebagai anak ia juga mempunyai rasa cinta terhadap ayahnya. Akibatnya, pengalaman awal seksual anak ditekan sampai remaja, sewaktu rasa itu muncul kembali karena perubahan fisik dalam tubuhnya. Maka bagi Freud, agama merupakan Oedipus complex-nya umat manusia. Ia percaya pada perkembangan sejarah yang melewati: • Animisme (memberi sifat religious kepada objek atau hewan) ke politeisme dan kemudian monoteisme. • Magis melalui agama ke sains. Berbagai macam agama, yang hanya merupakan bentuk-bentuk yang berkembang dari totemisme primitive, selalu menyajikan suatu ide tentang Allah, yang sebenarnya hanyalah ide sang ayah manusiawi. Dalam hari depan suatu ilusi, maka Freud menekankan dan menggeneralisasikan teori itu. Sang anak mencari perlindungan pada ayahnya. Orang dewasa, karena suatu perpanjangan infantile, menciptakan seorang ayah yang lebih kuat lagi dari pada manusia, demi untuk mengisi kekurangannya. Perasaan patuh dan iri hati anak terhadap ayah di berikan, pada usia dewasa, dengan peralihan, kepada totem. Apabila umat manusia telah mencapai kedewasaan psikologis, maka dengan sendirinya agama akan lenyap. Dalam ilmu ini, ada tiga dasar ilmu yaitu epistemology, ontologi dan aksiologi. a. Epistimologi Apakah agama itu? Menurut KBBI, agama itu adalah sebuah system kepercayaan kepada tuhan, dewa atau sebagainya. Dilhat dari sumber kajianya, agama ini adalah sebuah tuntunan dari tuhan agar kita bias bahagia di dunia dan akhirat. Kata agama ini berasal dari gabungan dua kata yakni “a” yang berarti tidak, dan “gama” yang berarti kacau. Jadi jika di satukan berarti tidak kacau, karena agama di sini selalu bertjuan untuk membawa umatnya menuju kebenaran. Sedangkan, menurut konsep freud di sini, agama adalah sebuah Oedipus kompleksnya seseorang, yang di sana adalah rasa takut seseorang sehingga mengharuskanya untuk berlindung pada satu hla atau benda yang di anggapnya mempunyai sesuatu yang lebih kuat dari diriny. Namun nantinya, jika ia telah mampu atau merasa kuat ia akan dengan sendirinya meninggalkan agama itu. Namun disini tunjuannya tetap sama, yaitu saat ia berlindung pada seseorang, hal atau benda yang mempunyai kekuatan labih besar dari dirinya, karena takut, di sana ia tetap bertujuan untuk mencari sebuah kebahagian dan ketenangan dalam hidupnya, hingga akhirnya ia beragama. Apakah yang menjadi dasar dan sumber dari agama? Dalam kehidupan umum seseorang, mereka semua beragama atas dasar kebutuhan mereka, karena di sana mereka mencari sebuah kebhagiaan yang dapat memuaskan kebutuhan nurani mereka. begitupun dalam konsep agama yang freud ungkapakan, ia beragama karena perasaan takut dan cemburunya pada ayah yang lebih kuat darinya, hingga ia harus meminta sebuah perlindungan dari ayahnya agar dirinya tetap bisa hidup di dunianya. Dan dalam agama, ayah itu di artikan sebagai tuhanya, yaitu suatu dzat yang lebih kuat dari diri kita yang bisa memberikan perlindungan pada kita. Jadi, pada akhirnya tetap sama, apa yang menjadi sumber dan dasar agama bagi setiap orang dan bagi freud adalah untuk mencari perlindungan pada satu dzat atau hal yang lebih kuat dari kita, agar kita bias hidup tenang di dunia dan akhirat. Apakah agama itu berasal dari pengamatan, pengalaman, atau akal budi? Dalam konsepnya ini, freud mengungkapkan bahwa ia mendapatkan sebuah keinginan beragama, karena setelah ia mengalami sendiri kehidupannya bersama keluarganya, ia menyaksikan bahwa ayahnya sebagai orang tua ternyata lebih kuat, hingga membuatnya khawatir bahwa ayahnya akan merebut perhatian ibunya darinya, karena saat itu ia merasa sebagai anak laki-laki, ia sanagt dekat dengan ibunya. Dari situlah ia mencoba untuk menutupi rasa cemburu dan bencinya pada ayahnya itu dengan cara berpura-pura berbakti pada ayahnya, karena saat itu ayahnyalah yang memegan kendai hidupnya, jadi dengan terpaka ia pun harus menurut pada ayahnya. Jadi di sini bahwa, agama itu di dapatkanya sendiri dari pengalaman pengalaman hidup yang di alaminya bersama keluaganya. Dan juga merupakan sebuah akal budi karena ia merasa sebagai anak, sehingga ia harus menghormati ayahnya sebagai orang tua, agar ia mendapat perlindungan. Apakah agama itu kebenaran yang pasti atau hanya sebuah dugaan? Dari konsepnya, dapat diketahui bahwa agama itu termasuk sebuah kebenaran yang pasti. Taerbukti dengan saat ia berpura-pura untuk mencintai dan mematuhi ayahnya, hidupnya terjamin dan baik-baik saja. Namun saat dirinya dewasa dan mampu melakukan segalanya sendiri, ia meninggalkan ayahnya itu dan meninggalakan kepatuhanya juga padanya. Begitupun agama, di sini saat kita beragama kita akan merasakan sebuah ketenangan hidup, karena kita mempunyai sebuah pelindung, yaitu tuhan. b. Ontology Isi dari landasan ontologism adalah objek apa yang sedang di telaah, dan bagaimana wujud hakiki dari objek tersebut, hingga apa korelasi dari obbjek ini dengan daya tangkap manusia seperti berfikir, merasakan, melihat dan mendengarkan, sehingga bisa menghasilkan sebuah ilmu. Jadi, jika dari pembicaraan makalah ini, bahwasanya objek yang sedang di telaah adalah agama yang memang merupakan sebuah wujud rasa kepercayaan yang hakiki. Selain itu juga, agama di sini memang sanagt berkolerasi dengan manusia, karena di sini freud telah melakukan dan merasakan sendiri bagaimana agama itu, yang ia kaitkan dengan ketakutanya pada ayahnya. Dari sana juga menghasilkan sebuah ilmu yang kita tahu sekarang, seperti macam-macam teori psikoanalisis dari freud dan lain-lain. c. Aksiologis Landasan aksiologis di sini adalah bagaimana kegunaan dari agama itu bagi kehidupan manusia itu sendiri. Jadi, dari beberapa yang telah penulis coba uraikan, bahwasanya fungsi dari agama itu sendiri, yaitu untuk memberikan ketenangan pada manusia itu, karena dirinya telah merasa terlindugi oleh sesuatu yang di anggapnya lebih memiliki kekuatan lebh dari dirinya. Jadi, dari situ bahwa agama itu sebagai pelindung mereka, agar mereka bisa hidup bahagia di dunia dan akhirat.
Pagi yang Istimewa
Tengah malam kami terbangun. Suara takbir bergema di sudut-sudut kota kembangi. Biarpun suhu udara dingin hingga membuat beku ulu hati kami, namun semua itu tak manghalangi niat hati kami pagi ini untuk melakukan satu ibadah sunnah yang hanya terjadi beberapa kali dalam tahun. Sholat gerhana. Ini memang bukan salah satu sholat yang istimewa, namun karena memang jarang terjadi, hingg membuatnya menjadi istimewa. Setelah sebelumny tidur telat karena menonton salah satu drama asia, pukul dua pagi aku sudah dibangunkan oleh teman kamarku, the ayu tepatnya. Aneh, aku yang biasanya sangat sulit untuk bangun pagi, tiba-tiba pagi ini dengan mudah bangun, mlahan lebih awal dari bisanya. Alhamdulillah. Aku bangun tepat pukul dua dini hari, setelah tidur setengah jam sebelumnya. Dengan melawan rasa dingin yang amat menusuk kalbu, kupaksakan diri tuk menyentuh segarnya air di pagi hari. Air bersih yang suci. Kubasuhkan air itu pada wajah dan anggota wuduku lainya. Amat segar, mengalahkan rasa dingin yang menusuk tulang. Setelah kurasa cukup, akupun kembli ke kamar. Teman-teman satu asramaku telah siap di depan aula untuk melaksanakan sholat sunnah kusuf ini. Aku pun segera bergegas untuk menyusul. Setelah berdandan sekenanya, saat sudah sampai aula yang tepatnya di depan kamarku, ternyata sholat [un telah di mulai. Aku bergabung. Sholat sunnah kusuf dengan dua rukuk pada setiap rakaatnya, sungguh sholat yang lain daripada yang lain. Istimewa. Ini memang salah satu sholat yang diberi keistimewaan oleh tuhan. Aku belum tahu apa makna dari keistimewaan tersebut. Mungkin inilah PR yang harus aku cari tahu jawabnya. Apa keistimewaan dari sholat sunnah gerhana ini, hingga membauatnya beda dari sholat yang lain, termasuk sholat yang diwajibkan seklipun. Namun itu tak perlu di bahas sekarang, cukup jadi PR untukku saja, kecuali jika kalian mau membantuku mencari jawabnya. Hehe… Sekarang kita lanjutkan ceritaku pagi hari ini. Pagi yang penuh dengan keistimewaan. Pagi yang amat berbeda dari biasanya. Setelah selesai melaksanakan sholat kusuf itu, akupun kembali ke kamar untuk melkasanakan sholat sunnah lainya, tahajud dan hajat tepatnya. Selesai melkasanakan ritual sholat sunnah-sunnah itu, kulanjutkan untuk membaca seikit ayat-ayat suci kalam ilahi yang amat mulia. Hatiku terasa damai saat itu. Entah kenapa, aku seperti merasakan sesuatu yang amat berbeda pagi ini. Terbesit satu perasaan bahagia yang menyelusup ke hati, seolah ini adalah hari aku akan bertemu dengan sesorang yang memang berarti untukku. Tapi entahlah, itu hanya perasaan biasa yang suka ku buat-buat untuk membahgiakan hatiku sendiri. Selsesai sedikit bertadarus, rasa kantuk yang belum ku penuhi mulai menyyerang. Namun aku tidak mau untuk melayaninya. Hinggakuputuskan untuk membuka notebookku, dan ahirnya terbesitlah satu tulisan, yang mungkin masih amat jauh dari kesempurnaan tentang rutinitasku pagi ini. Inilah tulisan itu. Aku menulisnya di pagi hari saat gerhana bulan muncul, tepat di arah sempurna. Tepat pada pukul tiga dini hari, kamis, tanggal 16 juni 2011. Namun aku tak berminat untuk melihatnya seperti temanku yang lain, aku lebih tertarik untuk menyelsaikan tulisan pagiku ini, samapi kelar. Dan akhirnya, dengan sedikit memaksa, karena memang mata ini sudah tak sabar untu di ajak terlelap, akhrnya kkuselesaikan juga tulisan pagiku hari ini. Dan cukuplah sampai disini tulisan pagi ini, moga hari esok bias di sambung lagi dengan satu kisah yang lebih menarik dan bermakna lagi. Amiinn… Akhirnya ku ucapkan, see you later dan ucapakan selamat pagi untuk dunia kita hari ini. Kita awali pagi ini denga senyum tulus dari hati tuk hiasi dunia. Smile…. Love you…  Chaura aL haviny
KARENA KAU SAHABATKU “Han, aku tidak bisa melakukan semua ini.”, kataku sendu. “Ra, siapa sih yang mau seperti Ini. Biarpun Hanna tidak bisa memberiku keturunan, tapi aku benar-benar mencintainya dengan sepenuh hatiku. Tak pernah terbesit sedikitpun di hatiku tuk berbagi cinta dengan orang lain selain dia. Biarpun itu denganmu, masa laluku.”, jawabnya. “Farhan, aku tidak mau menyakiti mas fahri.”, kataku lagi. “Maafkan sikap istriku ya ra.”, pintanya. “Aku juga meyayangi sahabatku.”, jawabku sambil menutup telepon tanpa salam. Aku hanya terdiam. Esok aku akan berbagi cinta dengan suami sahabatku, masa laluku dulu. Dan aku juga akan menyakiti seseorang yang telah lama ku tunggu dan ku cintai. Sahabat terbaiku yang telah lebih dulu menikah, tiga tahun yang lalu. Kini ia akan menjadi saudara, istri seniorku. Aku akan menjadi seorang istri muda dari suaminya. “ Ya Alloh, maafkanlah sikapku jika dalam keputusan yang aku ambil ini ada seseorang yang tersakiti.”, doaku dalam hati. “Ra, kamu sudah siap? Yuk kita keluar, bang han sudah siap.”, hanna mengangetkanku dari lamunan. “Eh! Hanna, iya sudah.”, jawabku sambil mengusap sisa-sisa air mata. “Ra, kenapa kamu menangis. Maafkan aku yah ra, aku harus memaksamu melakukan semua ini.” “Tidak apa-apa hanna, aku baik-baik saja ko. Asalkan kamu bahagia, aku pasti bahgia. Kita akan saling membantu jka diantara kita butuh bantuan. Kita khan sahabat selamanya.” “Ra, kamu memang sahabat terbaiku. Mas fahri pasti sangat bangga memilikimu. Tapi maaf sekarang kamu jadi milik kami berdua dulu yah. Makasih banget yah sayangku.”, katanya sambil memeluku erat. Tiba-tiba dering pribadi di hp-ku berbuyi. “Katamu kamu cinta kepadaku selamanya, katamu kamu rindu kepadaku selalu, tapi mengapa aku masih ragu. Katamuaku ini cinta terakhir kamu, katamu aku ini cinta dalam hidupmu, tapi mengapa aku masih ragu.” Aku sangat faham dering ini, dering khusus mas fahri. “Assalamu’alaikum mas.” “Wa’alaikumussalam, maaf ini dengan ibu Aira?”, jawab orang di sebrang sana. Bukan suara mas fahri. Aku mulai cemas, apa yang terjadi? “Iyah, ada apa yah? Apa yang terjadi dengan pemilik nomor ini?”, tanyaku cemas. “Ini dengan kantor polisi. Saudara Fahri Yusuf Akbar mengalami musibah, motornya tertabrak sebuah mobil. Sekarang jenazahnya sedang diotopsi di rumah sakit Hasan Sadikin.” Aku lemas, kupeluk sahabatku erat. Kenapa semua ini menimpaku ya Alloh. Apakah ini jawaban dari perkataan mas fahri tadi pagi, bahwa ia telah mengikhlaskanku, bahwa ia telah menitipkanku pada mas farhan, suami sahabatku. Mas fahri, terimakasih atas semuanya. Semoga aku bisa membantu orang lain dengan segenap kemampuanku. Bahagialah kau di sana.
Kelinci yang tahu! Suatu hari, seekor kelinci sedang bermain bersama dengan kedua temanya, kura-kura dan siput. Mereka sedang bercerita tentang kota-kota terkenal di Indonesia. Karena besok memang kebetulan aka nada pembelajaran tentang kota-kota besar di Indonesia dengan ibu kupu di sekolah, jadi mereka ceritanya belajar bareng “Kura, menurut kamu kota yang paling terkenal dan besar di Negara kita tuh apa?”, Tanya kelinci mengawali pembelajaran mereka. “Bandung.”, jawab kura yakin. “Kenapa?”, Tanya kelinci lagi. “Kenapa ajah boleh,Tanya ajah siput, kota apa yang paling dia suka.” “Owh yah siput, kamu pilih kota apa di Negara kita?” “Bandung.”, jawab siput singkat. “Lho, kenapa kalian berdua memilih bandung?”, kelinci mulai penasaran. “Karena, di bandung itu kalau musim hujan kita tidak bingung untuk mencari tempat tinggal.”, jawab mereka berdua. “Memangnya kenapa, bukanya di kota-kota lain juga kalian mudah buat nyari tempat tinggal?” “Karena, banyak banjir di mana-mana, jadi kami tidak perlu pusing-pusing cari sungai. Kalau kamu sendiri gimana?”, Tanya kura pada kelinci. “Kalau aku akan memilih jogja.” “Kenapa?”, jawab kura dan siput serentak. “Karena, dari jogja aku akan mengirimkan bantuan buat mereka, termasuk kalian berdua para korban banjir di bandung.”, jawab kelinci penuh keyakinan. Kura-kura dan siput pun hanya terangguk-angguk mendengar jawaban si kelinci.
 
cHa's create. Template Design By: SkinCorner