Thursday, April 5, 2012

mY feeLingg...


Mampukah dirimu mengerti atas semua yang kurasakan saat ini.
Perasaan yang selalu menhantui setiap mimpi dalam tidurku.
Meninggalkan rindu yang selamanya tak mampu ku ungkap.

_ untukmu yang pernah kuabaikan, Love you
Bandung, 01 apriel 2012
Wednesday, December 28, 2011

NSP LOGIKA (Comunity of sience)

Tuesday, December 27, 2011

Aku Anak Pesantren

setahun sudah aku tinggal di sebuah pesantren di sekitar wilayah Bandung Timur. bagai seekor kupu-kupu yang baru keluar dari sebuah kepompong, itulah aku. Dunia pesantren adalah suatu hal yang baru bagi seorang gadis seperti ku, "tak ada basic pesantren". aku harus mampu beradaptasi dengan dunia yang belum pernah ku geluti sebelumnya.
Arab gundul adalah makanan pokok ku. sebelum setetes air masuk kedalam kerongkongan ku, sebelum sesuap nasi bersarang dalam perut ku, setiap pagi "Arab Gundul" adalah makanan pembuka yang selalu siap menyambut ku, masuk ke dalam pikiran yang masih bersih dari setiap noda dan dosa yang takan pernah terelakan menanti dai pagi, siang, sore, malam, yang selelu rutin setiap hari ku lakukan.

by,

wina aniw "The True Historian"
Cintaku Bersemi Dalam

Diam Dalam diam ku menunggu
Menunggu satu kenyataa yang entah
Semuanya terbalut dalam satu mimpi
Dengan sejuta harapan
Yang terukir dalam detik

Cintaku bersemi dalam diam
Diam yang tak pernah berujung
Walau hanya nol koma satu
Dalam persen

Kutemui setiap ihwalmu
Dalam alunan sendu hidupku
Kau yang tak pernah tahu
Betapa sangat ku berharap
Dalam satu mimpi
Bahwa cintaku bersemi
Walau hanya dengan diam.

Untukmu yang selalu memenuhi alam bawah sadarku dengan segala yang kau miliki.

By. Chaura aL haviny 17 ramadhan 1423 H 
Tuesday, July 5, 2011

the Death!

Kematian.
Satu kata yang sungguh sangat mengerikan, dan aku sungguh takut kepadaNya.
Tak ada seorangpun yang mampu tuk menghidari kematian. Ia datang dengan tiba-tiba dan juga memaksa. Tak bisa tuk ditawar lagi. Sungguh sangat mengerikan.
Kate, seorang gadis penderita leukemia dari sejak lahirnya, harus menerima takdirnya di usia dini. Meninggalkan mamah yang sangat menyayanginya, yang selalu berjuang untuk mempertahankan hidupnya. Ayah yang selalu menjaga dan melinndunginya juga keluarganya. Jesse, yang selalu melukisnya menjadi seorang gadis yang cantik. Juga anna, sang adik tercinta yang selalu siap sedia tuk mendonorkan organ tubuhnya hanya untuk tetap memertahankanya hidupnya. Sungguh, semuanya adalah satu hal yang sanagt istimewa yang tuhan berikan padanya.
Dengan bantuan donor dari anna, akhirnya ia berhasil mempertahankan hidupnya hingga melebihi usia lima belas tahun. Sungguh satu keajaiban yang sanagt luar biasa di banding para penderita leukemia lainya. Dengan segala donor dari annalah, anna pernah menganggap dirinya sebagai her sister keeper bagi kakaknya, Kate.
Namun semua itu salah. Kehendak tuhan siapa bisa menawar. Setelah bertahun-tahun melewati kesakitanya, akhirnya kate pun sadar akan sakit yang di deritanya, hingga ia memerintahkan pada adiknya, Anna, untuk jangan mendonorkan organ tubuhnya lagi padanya. Dan ini membuat Anna harus bertarung melawan ibunya di pengadilan yang terus menuntut Anna untuk mendonorkan organya untuk kate, yang sekarang adalah ginjal, karena sudah sebulan ini kate juga mengidap gagal ginjal akut. Namun, berkat scenario tuhan juga, akhirnya semua kebenaran pun terungkap di pengadilan, lewat ucapan jesse yang sudah tidak tahan akan keadaan yang ada, bahwa Kate sudah tidak mau menerima organ anna lagi.
Dan akhirnya, sesuai waktu yang di tentukan. Malam itu, setelah pengadilan resmi memerdekakan organ ana. Saat semua orang tengah kembali ke tempatnya masing-masing, ia, kate ingin untuk berdua berbicara dengan mamah yang sangat mencintai hidupnya. Dan dalam dekapanya, saat mamahnya terlelap dalam tangis, ia hembuskan nafas terkahir itu, meninggalkan mamah, papah, jesse, dan anna. Malam itulah ia pergi selamanya, menyusul kekasihnya taylor di surge sana.
Ssetelah kematianya, semuanya berubah. Keluarganya kembali pada kehidupan yang dulu. Mamahnya kembli menjadi seorang pengacara yang dulu sempat ditinggalkannya akrena mengurusinya yang sedang sakit. Ayahnya memilih menjadi seoran pelatih oleharaga yang selalu memicu semangat para generasi muda. Jesse lebih baik lagi dalam belajar, dan annapun tengah beranjak dewasa. Setiap tahun, di hari ulang tahun kate, anna dan keluarganya berlibur ke satu tempat yang sama dan tetap setiap tahunya. Montana, sebuah pantsi putih yang indah. Di sanalah terkahir kali kate berlibur bersama keluarganya.
Saat hari itu pula, anna menyadari, bahwa pernyataanya tentang penjaga kakaknya ternyata tidak benar. Kematian telah merenggut segalanya, ia tak bisa tuk melawan semua itu.
Satu kisah keluarga yang sangat bermakna, penuh kasih sayang yang tulus.

Kamis malam, 30 june 2011, di kamarku, kampong cireong.
By. “Chaura_havina”
Sunday, June 19, 2011

that voice...

Suara itu
Bagai bom yang berdentum di tengah padang
Menggetarkan isi bumi
Meluluh lantahkan segalanya  

Ku mohon sahabat,
Jangan lakukan itu untuk saat ini
Aku tak kuat tuk mendengarnya
Karen itu begitu membuatku sakit.

Please,
Ku mohon, 
Jangan lakukan, 
Aku tak kuat, 
Suaramu begitu mambuatku,
Tak kuat tuk mendengarnya
Hufftt!!!

Ditulis, pagi hari di bulan juni yang dingin. Saat sedang mencari inspirasi, terbuyarkan oleh suara teman yang melantunkan sebuah syair di atas sana. Namun saying, suaranya bukan malah membuatku menemukan inspirasi, malahn membuat telingaku sakit. Maafkan aku kawan, aku katakana semua ini agar kamu tahu, bahwa yang lain pun merasa terganggu dengan apa yang kau lakukan. Peace…

chacha
Saturday, June 18, 2011

agama menurut freud

Agama Menurut Sigmund Freud Freud menerapkan psikoanalisis dalam sastra, mitologi, pendidikan, dan agama. Dalam buku karyanya, the future of an illusion (1927), Freud menyatakan bahwa agama adalah “pemenuhan harapan”: harapan manusia yang tak berdaya untuk mendapatkan perlindungan didalam dunia asing. Untuk memperoleh keadilan di dalam masyarakat yang tidak adil, untuk hidup kekal dan mengetahui asal dan makna dunia. Ia percaya bahwa agama adalah “neurosis obsesional universal,” yang dasarnya, yang terletak pada “tabu” (“taboo” kata dasar Polinesia yang berarti hal yang dilarang). Pada dasarnya, upacara agama merupakan merupakan semacam tindakan neuritik, obsesif. Ada keinginan Oedipus untuk membunuh dan memangsa ayah. Oedipus adalah tokoh dalam mitologi Yunani, yang tanpa diketahuinya telah membunuh ayahnya dan menikahi ibunya. Freud yakin bahwa anak laki-laki pertama lekat pada ibunya dan melihat ayahnya sebagai saingan dalam memperoleh kasih ibu. Kemudian ia melukiskan “electra complex” untuk anak perempuan, tetapi ini tidak dikembangkan. Rasa takut dan cmemburu anak laki-laki terhadap ayahnya bercampur dengan rasa salah. Sebagai anak ia juga mempunyai rasa cinta terhadap ayahnya. Akibatnya, pengalaman awal seksual anak ditekan sampai remaja, sewaktu rasa itu muncul kembali karena perubahan fisik dalam tubuhnya. Maka bagi Freud, agama merupakan Oedipus complex-nya umat manusia. Ia percaya pada perkembangan sejarah yang melewati: • Animisme (memberi sifat religious kepada objek atau hewan) ke politeisme dan kemudian monoteisme. • Magis melalui agama ke sains. Berbagai macam agama, yang hanya merupakan bentuk-bentuk yang berkembang dari totemisme primitive, selalu menyajikan suatu ide tentang Allah, yang sebenarnya hanyalah ide sang ayah manusiawi. Dalam hari depan suatu ilusi, maka Freud menekankan dan menggeneralisasikan teori itu. Sang anak mencari perlindungan pada ayahnya. Orang dewasa, karena suatu perpanjangan infantile, menciptakan seorang ayah yang lebih kuat lagi dari pada manusia, demi untuk mengisi kekurangannya. Perasaan patuh dan iri hati anak terhadap ayah di berikan, pada usia dewasa, dengan peralihan, kepada totem. Apabila umat manusia telah mencapai kedewasaan psikologis, maka dengan sendirinya agama akan lenyap. Dalam ilmu ini, ada tiga dasar ilmu yaitu epistemology, ontologi dan aksiologi. a. Epistimologi Apakah agama itu? Menurut KBBI, agama itu adalah sebuah system kepercayaan kepada tuhan, dewa atau sebagainya. Dilhat dari sumber kajianya, agama ini adalah sebuah tuntunan dari tuhan agar kita bias bahagia di dunia dan akhirat. Kata agama ini berasal dari gabungan dua kata yakni “a” yang berarti tidak, dan “gama” yang berarti kacau. Jadi jika di satukan berarti tidak kacau, karena agama di sini selalu bertjuan untuk membawa umatnya menuju kebenaran. Sedangkan, menurut konsep freud di sini, agama adalah sebuah Oedipus kompleksnya seseorang, yang di sana adalah rasa takut seseorang sehingga mengharuskanya untuk berlindung pada satu hla atau benda yang di anggapnya mempunyai sesuatu yang lebih kuat dari diriny. Namun nantinya, jika ia telah mampu atau merasa kuat ia akan dengan sendirinya meninggalkan agama itu. Namun disini tunjuannya tetap sama, yaitu saat ia berlindung pada seseorang, hal atau benda yang mempunyai kekuatan labih besar dari dirinya, karena takut, di sana ia tetap bertujuan untuk mencari sebuah kebahagian dan ketenangan dalam hidupnya, hingga akhirnya ia beragama. Apakah yang menjadi dasar dan sumber dari agama? Dalam kehidupan umum seseorang, mereka semua beragama atas dasar kebutuhan mereka, karena di sana mereka mencari sebuah kebhagiaan yang dapat memuaskan kebutuhan nurani mereka. begitupun dalam konsep agama yang freud ungkapakan, ia beragama karena perasaan takut dan cemburunya pada ayah yang lebih kuat darinya, hingga ia harus meminta sebuah perlindungan dari ayahnya agar dirinya tetap bisa hidup di dunianya. Dan dalam agama, ayah itu di artikan sebagai tuhanya, yaitu suatu dzat yang lebih kuat dari diri kita yang bisa memberikan perlindungan pada kita. Jadi, pada akhirnya tetap sama, apa yang menjadi sumber dan dasar agama bagi setiap orang dan bagi freud adalah untuk mencari perlindungan pada satu dzat atau hal yang lebih kuat dari kita, agar kita bias hidup tenang di dunia dan akhirat. Apakah agama itu berasal dari pengamatan, pengalaman, atau akal budi? Dalam konsepnya ini, freud mengungkapkan bahwa ia mendapatkan sebuah keinginan beragama, karena setelah ia mengalami sendiri kehidupannya bersama keluarganya, ia menyaksikan bahwa ayahnya sebagai orang tua ternyata lebih kuat, hingga membuatnya khawatir bahwa ayahnya akan merebut perhatian ibunya darinya, karena saat itu ia merasa sebagai anak laki-laki, ia sanagt dekat dengan ibunya. Dari situlah ia mencoba untuk menutupi rasa cemburu dan bencinya pada ayahnya itu dengan cara berpura-pura berbakti pada ayahnya, karena saat itu ayahnyalah yang memegan kendai hidupnya, jadi dengan terpaka ia pun harus menurut pada ayahnya. Jadi di sini bahwa, agama itu di dapatkanya sendiri dari pengalaman pengalaman hidup yang di alaminya bersama keluaganya. Dan juga merupakan sebuah akal budi karena ia merasa sebagai anak, sehingga ia harus menghormati ayahnya sebagai orang tua, agar ia mendapat perlindungan. Apakah agama itu kebenaran yang pasti atau hanya sebuah dugaan? Dari konsepnya, dapat diketahui bahwa agama itu termasuk sebuah kebenaran yang pasti. Taerbukti dengan saat ia berpura-pura untuk mencintai dan mematuhi ayahnya, hidupnya terjamin dan baik-baik saja. Namun saat dirinya dewasa dan mampu melakukan segalanya sendiri, ia meninggalkan ayahnya itu dan meninggalakan kepatuhanya juga padanya. Begitupun agama, di sini saat kita beragama kita akan merasakan sebuah ketenangan hidup, karena kita mempunyai sebuah pelindung, yaitu tuhan. b. Ontology Isi dari landasan ontologism adalah objek apa yang sedang di telaah, dan bagaimana wujud hakiki dari objek tersebut, hingga apa korelasi dari obbjek ini dengan daya tangkap manusia seperti berfikir, merasakan, melihat dan mendengarkan, sehingga bisa menghasilkan sebuah ilmu. Jadi, jika dari pembicaraan makalah ini, bahwasanya objek yang sedang di telaah adalah agama yang memang merupakan sebuah wujud rasa kepercayaan yang hakiki. Selain itu juga, agama di sini memang sanagt berkolerasi dengan manusia, karena di sini freud telah melakukan dan merasakan sendiri bagaimana agama itu, yang ia kaitkan dengan ketakutanya pada ayahnya. Dari sana juga menghasilkan sebuah ilmu yang kita tahu sekarang, seperti macam-macam teori psikoanalisis dari freud dan lain-lain. c. Aksiologis Landasan aksiologis di sini adalah bagaimana kegunaan dari agama itu bagi kehidupan manusia itu sendiri. Jadi, dari beberapa yang telah penulis coba uraikan, bahwasanya fungsi dari agama itu sendiri, yaitu untuk memberikan ketenangan pada manusia itu, karena dirinya telah merasa terlindugi oleh sesuatu yang di anggapnya lebih memiliki kekuatan lebh dari dirinya. Jadi, dari situ bahwa agama itu sebagai pelindung mereka, agar mereka bisa hidup bahagia di dunia dan akhirat.
 
cHa's create. Template Design By: SkinCorner